Ironis

Kenapa judul post ini Ironis? Ya, saya ingin membahas tentang kehidupan manusia yang bisa di bilang ironis. Ironis adalah kenyataan yang bertentangan, contoh “Negeri ini adalah penghasil beras, tapi masih mengimpor beras”. Got it? Ok, Let’s talk about Life.

Tidak bisa disangkal bahwa manusia itu mempunyai sifat ego, angkuh, sombong, arogan. Ya semua orang termasuk saya, anda, mereka, kalian. Itu manusiawi, tapi yang membedakan adalah bagaimana kita meredam ego tersebut untuk kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain.

Mementingkan diri sendiri itu memang diperlukan disaat-saat tertentu, misalnya : Rumah kita dan rumah tetangga kebakaran. Siapa yang harus lebih dulu kita selamatkan? Saya akan menyelamatkan keduanya. Bisa?? Tidak! Tenaga manusia itu terbatas, kita bukan manusia super yang mempunyai tenaga tidak terbatas. Selamatkan dulu milik kita baru bantu orang lain, kecuali anda ingin menjadi “pahlawan” yang diberi penghargaan. Karena ada saatnya kita mementingkan ego sendiri dan ada juga kalanya kita meredam ego kita tersebut.

Sumber Gambar Google

Banyak sekali hal yang menggangu pikiran saya bila membicarakan ego ketika  melihat realita, sangat ironis. Seperti ketika saya melihat orang-orang yang kemarin demo kenaikan BBM yang direncanakan naik sekitar Rp 1500,-, banyak mahasiswa, kaum buruh, petani, dan ormas-ormas tertentu yang ikut menentang keras kenaikan tersebut. Di lain sisi, saya melihat banyak sekali orang yang mengantri berdesak-desakkan untuk membeli sebuah “smartphone” yang harganya selangit dan dipotong 50%. Apa bedanya? Sama saja. Keduanya mementingkan kepentingan ego mereka sendiri. Keduanya berakhir rusuh, bentrok sampai mengakibatkan korban jiwa. Sangat Ironis menurut saya. Siapa yang harus disalahkan? Aparat? Pemerintah? Mahasiswa? Kaum pekerja, buruh tani? Tidak ada yang perlu disalahkan dan dibenarkan dalam masalah ini. Kita sendiri lah yang seharusnya bercermin.

Kalo kita bicara tentang Pemerintah, pasti yang pertama ada di benak kita adalah Korupsi. Ya, korupsi. Kenapa? Banyak sekali oknum-oknum pemerintah yang memanfaatkan jabatannya untuk melakukan hal tersebut. Di kala rakyat sedang kesusahan dan menderita, mereka malah enak-enakan berfoya-foya dengan uang rakyat. Ingin rasanya kita tendang wajah-wajah koruptor yang merasa tidak bersalah itu. Saya engga akan bahas tentang nama-nama koruptor yang sedang “naik daun” saat ini beserta masalahnya. Disini saya akan bahas pandangan saya tentang kenapa mereka-mereka itu bisa melakukan korupsi.

Saya engga terlalu tahu tentang politik dan tidak terlalu peduli. Secara Harfiahnya, menjadi “Pejabat Pemerintah” itu diharuskan mempunya Massa. Ya, mengumpulkan massa untuk mendukungnya memperoleh suara. Karena Negara ini menganut sistem Demokrasi. Makin banyak pendukung, makin besar juga peluang dia untuk menang pemilihan. Ya semacam poin undian lah, semakin besar poin, semakin besar peluang menang hadiah hahaha. Nah masalahnya, bagaimana kita mempunyai pendukung dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat? Banyak sebenarnya, mendapatkan massa bisa melalui iklan di TV, Radio, Koran, spanduk, selebaran, dll. Dan yang lagi nge-trend beriklan di media sosial seperti facebook, twitter dll. Atau juga membawa nama-nama orang yang sudah terkenal atau bisa dibilang artis. Lucunya, banyak sekali artis yang malah mencalonkan diri. Kalau kompeten dalam bidang tersebut sih tidak masalah sebenarnya. Balik lagi ke iklan, seperti yang kita tahu, membuat dan menayangkan iklan di media itu membutuhkan dana yang cukup besar. Ratusan bahkan miliaran rupiah. Mau mencalonkan dan mencari pendukung saja sudah habis uang sebanyak itu. Jadi jangan heran bahwa banyak orang-orang yang sudah duduk di kursi “panas” ingin “balik modal”.

Korupsi adalah “memutar balikkan” atau “penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi” (Wikipedia). Pahami kata-kata “jabatan”. Jabatan itu bukan hanya orang-orang yang punya kuasa. Dalam arti yang luas, jabatan itu adalah Kepercayaan. Ketika kita diberikan kepercayaan oleh orang lain, itu artinya kita sudah menjabat dan bertanggung jawab. Contoh :Ada anak disuruh membeli kopi yang harganya 5000 oleh ibunya. Ibunya tersebut memberikan uang sebesar 50ribu. Otomatis, Ibu itu sudah memberikan kepercayaan kepada si anak. Dan si anak pun bertanggung jawab atas uang yang diberikan Ibu-nya itu. Itu hanya contoh kecil yang berarti, korupsi bisa dilakukan oleh siapapun. Bukan hanya pejabat atau oknum-oknum pemerintah saja yang bisa korup, tapi semua orang yang diberikan kepercaayan oleh orang lain bisa melakukannya. Jadi jangan dulu berkata “koruptor anjing” atau sumpah serapah lainnya. Bisa jadi kita juga sama dengan mereka atau malah lebih.



-Bersambung-

Just a personal artwork

Ini adalah beberapa artwork yang saya buat dari dulu sampe sekarang dan hanya untuk konsumsi saya seorang, not for sale !! Kalo mau liat lebih banyak artwork saya yang lain, bisa di cek di http://franticdisorder.blogspot.com dan http://frantcdisorder619.deviantart.com NP : Silahkan ambil/download gambar di blog ini untuk bahan inspirasi anda, tapi jangan di komersil-kan yaaa.. mohon dibantu yaa.. sim salabim jadi apa prokk prokk prokkk

fd90 basket monster

fd90 skull

Eat Ya!

Nah, 1st post! Gambar ini namanya Eat Ya, dibuat make Corel Draw X5 dan menggunakan mouse sambil ngeroko 234 minumnya teh manis panas. Kenapa namanya Eat Ya? Karena saya ngerjainnya sambil makan hahaha engga lahh! Eat Ya itu artinya “me-makan-mu” bisa juga di artikan sebagai “menelan mu” “menghancurkanmu” atau apa aja bisa, yang penting mah SANGUAN (Bahasa Sunda : kasih nasi, nasi-in). Pasti pernah liat dong simbol Illuminati, segitiga dengan gambar bola mata di tengahnya. Kalo bolong di tengah itu namanya donat :p (Yang belum tau tanya sama mbah google dulu sanah! ada mi ayam spesial tuhh.. AYAMKUUU!!) Saya suka sama gambar segitiga tapi benci dengan simbol Illuminati. Kenapa? Ya ga suka aja, kamu mau protes?? Terus ada gambar tengkorak yang ga punya gigi (maklum, faktor umur, udah tua.. giginya ompong semua, mau bikin gigi palsu ga punya uang :p) dan embel-embel lainnya. Jadi gambar ini menggambarkan “Jangan menjadi orang yang dikuasai sistem.. tapi jadilah orang yang menguasai sistem” atau juga bisa “Hancurkan paham yang menyesatkan!” dll. Yaa bebas lah kamu mengartikannya seperti apa. Just free your mind and feel free to give a note.

Eat ya

Hell-o

Hal yang menurut saya paling sulit dalam kehidupan ini adalah memulai. Saya engga tau harus nulis apa untuk memulai blog ini karena saya bukan penulis. Ohh iya kenalin nama saya Kautsar Rahadi (bukan nama samaran.. panggil saja dia BM yang artinya Bebas Merdeka hahaha). Tempat tinggal di Bandung, yeahh Bandung PRIDE!! Anak bungsu dari 5 bersaudara, status rumit belum menikah. Lahir tanggal 6 januari 1990, hobi tidur, menggambar, playing acoustic guitar and electric guitar (jangan tanya saya jago ato engga.. udah jelas payah! drop D aja masih bingung :p). Saya suka musik aliran PunkRock, PunkCore, Ska-oi, Reggae, Trash metal classic era metallica (kalo Trash Metal sekarang mah kurang suka.. tapi ada beberapa lah yang asik), Grunge, HardCore, dan sebagainya yang asik-asik tapi bukan ayu tingting. Apa lagi yaa.. Udah ahh. Yang pasti ini bukan blog promosi, bukan juga blog untuk mencari uang, bukan blog tentang supranatural, bukan blog galau, apalagi jual beli. Just leave this blog if you searching about that! My blog, my post, my RULES!! Jadi isinya apa?? Bebas, kumaha aing weh! (Bahasa sunda : Gimana saya aja!). Yang pasti ga akan ada post tentang yang tadi disebutkan diatas. Contohnya?? Apa yaa… hmmmm.. bentar lagi mikir… hmmm… ga tau lah gimana nanti aja. Soon as possible will be updated. Just wait and bleed! Dadahh, Good bye, Sayonara, Adios!